Pergaulan Menurut Pedoman Islam


Judul : Pergaulan Menurut Pedoman Islam
link : Pergaulan Menurut Pedoman Islam


Pergaulan Menurut Pedoman Islam

Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap insan yang “masih hidup” di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang absurd atau bahkan sangat langka, jikalau ada orang yang bisa hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya.

Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih insan di dunia ini mempunyai ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat masuk akal dikala nantinya dalam bergaul sesama insan akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.

Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita.

Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita sanggup menyikapi perbedaan tersebut dengan perilaku yang masuk akal dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi alasannya yaitu salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang sanggup membedakan kita dengan orang lain, kecuali alasannya yaitu ketakwaannya kepada Allah SWT.

Teori Pergaulan Dalam Islam
Pengertian Pergaulan : Pergaulan yaitu satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap insan yang “masih hidup” di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang absurd atau bahkan sangat langka, jikalau ada orang yang bisa hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah manusia.seperti halnya diungkapkan dalam Qs. Al-Hujurot, yaitu:
Hai manusia, bersama-sama Kami membuat kau dari seorang pria dan seorang wanita dan menimbulkan kau berbangsa-bangsa dan bersuku-suku biar kau saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kau disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49]:13)
Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan besar hati terhadap hasil cipta karya manusia, alasannya yaitu sanggup membawa perubahan yang kasatmata bagi perkembangan / kemajuan industri masyarakat.

Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu sanggup membawa kepada kemunduran. Dalam hal ini yaitu efek negatif yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya yaitu budaya pergaulan bebas tanpa batas.

Dilihat dari segi katanya sanggup ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Kaprikornus pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan hukum - hukum yang telah Allah menetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam pergaulan bebas itu tidak sanggup menjamin kesucian seseorang.

Perlunya Pergaulan

Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih insan di dunia ini mempunyai ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat masuk akal dikala nantinya dalam bergaul sesama insan akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan Kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita sanggup menyikapi perbedaan tersebut dengan perilaku yang masuk akal dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi alasannya yaitu salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang sanggup membedakan kita dengan orang lain, kecuali alasannya yaitu ketakwaannya kepada Allah SWT (QS.Al-Hujurat [49] :13)
Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket dikala Allah membuat manusia, sehingga insan sanggup saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi tak ada yang sanggup membedakan kecuali ketakwaannya.
Baca juga: Depresi menimbulkan bunuh diri.