Proses Terbentuknya Persaudaraan Umat Islam


Judul : Proses Terbentuknya Persaudaraan Umat Islam
link : Proses Terbentuknya Persaudaraan Umat Islam


Proses Terbentuknya Persaudaraan Umat Islam

Islam mengakibatkan persaudaraan dalam Islam dan Iman sebagai dasar bagi aktifitas usaha untuk menegakkan agama Allah di muka bumi. Ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Banyak persaudaraan lain yang bukan lantaran islam dan persaudaraan itu tidak akan besar lengan berkuasa dan kekal. Persaudaraan Islam yang dijalin oleh Allah SWT merupakan ikatan terkuat yang tiada tandingannya.
Perpecahan dikalangan umat berilmu balig cukup akal ini terjadi disebabkan mereka tidak memenuhi persyaratan ukhuwah, yaitu kurangnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang bersungguh-sungguh. Allah SWT berfirman, ketaatan beribadah dan ketakwaan sebagai solusi dari perpecahan umat. Lihat Q.S.49:10 dan 8 :1
Oleh lantaran itu untuk mencapai nikmatnya ukhuwah, perlu kita ketahui beberapa proses terbentuknya ukhuwah islamiyah antara lain :

1. Melaksanakan proses ta’aruf (saling mengenal).
Literaturnya : 49:13
Adanya interaksi sanggup lebih mengenal huruf individu. Perkenalan pertama tentunya kepada penampilan fisik (Jasadiyyan), ibarat tubuh, wajah, gaya pakaian, gaya bicara, tingkah laku, pekerjaan, pendidikan, dsb. Selanjutnya interaksi berlanjut ke pengenalan pemikiran(Fikriyyan). Hal ini dilakukan dengan dialog, pandangan thd suatu masalah, kecenderungan berpikir, tokoh idola yang dikagumi/diikuti,dll. Dan pengenalan terakhir yakni mengenal kejiwaan (Nafsiyyan) yang ditekankan kepada upaya memahami kejiwaan, karakter, emosi, dan tingkah laku. Setiap insan tentunya punya keunikan dan kekhasan sendiri yang memepengaruhi kejiwaannya. Proses ukuhuwah islamiyah akan terganggu apabila tidak mengenal huruf kejiwaan ini.

2. Melaksanakan proses tafahum (saling memahami) Al-Hadits
Saling memahami yakni kunci ukhuwah islamiyah. Tanpa tafahum maka ukhuwah tidak akan berjalan. Proses ta’aruf/pengenalan sanggup deprogram namun proses tafahum sanggup dilakukan secara alami bersamaan dgn berjalannya ukhuwah. Dengan saling memahami maka setiap individu akan gampang mengatahui kekuatan dan kelemahannya dan mendapatkan perbedaan. Dari sini akan lahirlah ta’awun (saling tolong menolong) dalam persaudaraan.
Ukhuwah tidak sanggup berjalan apabila seseorang selalu ingin dipahami dan tidak berusaha memahami org lain. Saling memahami keadaan dilakukan dgn cara penyatuan hati, pikiran dan amal. Allah-lah yang menyatukan hati manusia.

3. Melakukan At-Ta’aawun (saling tolong menolong). Q.S. 5::2
Bila saling memahami sudah lahir maka timbullah rasa ta’awun. Ta’awun sanggup dilakukan dengan hati (saling mendo’akan), aliran (berdiskusi dan saling menasehati), dan ama( saling Bantu membantu).
Saling membantu dalan kebaikan yakni kebahagiaan tersendiri. Manusia yakni makhluk social yang butuh berinteraksi dan butuhbantuan org lain. Kebersamaan akan bernila jikalau kita mengadakan saling Bantu membantu.

4. Melaksanakan proses takaful (saling menanggung/senasib sepenanggungan)
yang muncul sehabis proses ta’awun berjalan. Rasa duka dansenang diselesaikan bersama. Takaful yakni tingkatan ukhuwah yang tertinggi. Banyak dongeng dan hadits Nabi SAW dan para sahabat yang memperlihatkan pelaksanaan takaful ini. Seperti saat seorang sahabat kehausan dan memperlihatkan jatah airnya kepada sahabat lainnya yang merintih kehausan juga, namun sehabis diberi, air itu diberikan lagi ek sahabat yang lain, terus begitu sampai semua mati dalam kondisi kehausan. Mereka saling mengutamakan saudaranya sendiri dibandingkan dirinya (itsar). Inlah cirri utama dari ukhuwah islamiyah.
Hadits : Tidak beriman seseorang diantaramu sampai kau mencintainya ibarat kau menyayangi dirimu sendiri (HR. Bukhari-Muslim).

Betapa indah ukhuwah islamiyah yang diajarkan Allah SWT. Bila umat Islam melakukannya, tentunya terasa lebih manis rasa keyakinan di hati dan terasa indah hidup dalam kebersamaan. Kesatuan barisan dan umat berarti bersatu fikrah/pemikiran dan tujuan tanpa menghilangkan perbedaan dalam huruf (kejiwaan). Inilah kekuatan Islam. Mari kita mulai dari diri kita, keluarga, masyarakat erat untuk menjalin persaudaraan islam ini.